Energi Bersih dan Terbarukan

sdg no 7



Sustainable Development Goals atau SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) adalah kesepakatan pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan kearah pembangunan berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup.
Memastikan akses terhadap energi yang terjangkau, dapat diandalkan, berkelanjutan dan modern bagi semua
TARGET

-Target :
1. Menjamin akses universal layanan energi terjangkau.

2. Meningkatnya pangsa energi baru terbarukan.

3. Perbaikan efisiensi energi.

-Arah Kebijakan :
1. Mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan.

2. Optimalisasi konsumen energi.

3. Penyediaan dan pemerataan akses layanan energi terjangkau.

-Strategi :
1. Konservasi energi dan audit energi.

2. Mendorong penggunaan energi baru terbarukan.

3. Kerjasama dalam menyediakan dan mengelola energi

4. Membudayakan hemat energi.

-Program Kegiatan :
1. Pengembangan ketenagalistrikan dan migas.

2. Pengembangan energi baru dan terbarukan.

3. Konservasi energi.

Sdgs no 7: Energi Bersih dan Terjangkau Energi bersih adalah teknologi yang menghasilkan gas rumah kaca dalam level yang sangat rendah atau mendekati nol jika dibandingkan dengan teknologi lain. Energi bersih juga tidak memiliki dampak negatif ke masyarakat dan lingkungan selama masa pakainya. Sumber-sumber energi terbarukan – energi yang berasal dari sumber alami dan lestari seperti cahaya matahari, angin, hujan, gelombang air laut, panas bumi, dan tanaman – biasanya masuk dalam kategori energi bersih. Sumber-sumber energi terbarukan adalah sumber-sumber yang tidak akan pernah habis atau kering serta memiliki dampak minimal terhadap lingkungan. Tenaga surya, tenaga angin, panas bumi, gelombang serta pasang surut air laut, air, dan energi biogas, biomassa atau biofuel tergolong sebagai energi yang “terbarukan.” Sumber energi bersih harus dikembangkan dengan lebih lanjut karena sumber energi tak terbahrukan yang biasa kita pakai seperti batu bara, minyak bumi, dan juga gas alam jumlahnya semakin menipis dan memerlukan alternatif baru yang lebih ramah lingkungan.




Ridho rizz qisto sussly x-a/32